Penyebab Diabetes Tipe 1

Kontroversi dari Kontroversi Penyebab Diabetes Tipe 1

Bayangkan Anda membaca taiuk berita di surat kabar yang menuliskan, “Susu Sapi Sangat Mungkin Merupakan Penyebab Diabetes Tipe 1 yang Mematikan” Karena reaksi publik akan begitu kuat dan dampaknya terhadap perekonomian akan sangat monumental, tajuk berita tersebut tidak akan pernah ada dalam waktu dekat ini. betapapun banyaknya bukti ilmiah. Mengaiukan taiuk berita seperti itu akan disebut “kontroversial” Dengan begitu, banyak hal yang dipertaruhkan dan begitu banyak informasi yang hanya dipahami oleh segelintir orang, sangat mudah untuk membangun dan mempertahankan kontroversi. Kontroversi adalah bagian alami dari ilmu pengetahuan.

Namun, sering pula kontroversi bukan hasil dari diskusi ilmiah yang sah, melainkan cerminan dari kebutuhan untuk menunda dan mendistorsi hasil penelitian. Contohnya, jika saya mengatakan bahwa rokok buruk bagi kesehatan dan memberikan Anda banyak bukti untuk mendukung pernyataan tersebut, perusahaan tembakau akan naik ke podium dan mengambil salah satu detail yang belum terpecahkan dan akan mengklaim bahwa seluruh pemikiran tentang rokok buruk bagi kesehatan, hanyalah sebuah kontroversi dan akan menihilkan semua kesimpulan yang saya lontarkan. Ini sangat mudah dilakukan karena akan selalu ada detail yang tidak terpecahkan. Ini juga adalah bagian alamiah dari ilmu pengetahuan. Beberapa kelompok menggunakan kontroversi untuk menekan suatu pemikiran, menghalangi dilakukannya penelitian yang konstruktif, membingungkan publik, dan mengubah kcbiiakan publik mcniadi omong kosong daripada menjadi sesuatu yang substansial. Mempertahankan kontroversi sebagai sebuah alat untuk mendiskreditkan sebuah temuan yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan ekonomi atau sosial adalah salah satu dosa terbesar ilmu pengetahuan.

Mungkin sulit bagi seorang awam atau rakyat biasa untuk memahami legitimasi kontroversi yang sangat teknis, seperti tentang susu sapi dan diabetes Tipe 1. Sungguh, walaupun jika orang awam tersebut sangat tertarik membaca artikel-artikel ilmiah.

Bacalah sebuah review ilmiah'” baru-baru ini mengenai asosiasi susu sapi dan diabetes Tipe 1. Sepuluh penelitian dengan subjek manusia (semuanya penelitian kelompok kasus-kontrol) diringkas dalam sebuah jurnal ilmiah sebagai bagian dari tajuk “seri topik-topik kontroversial”w Penulis menyimpulkan bahwa lima dari sepuluh penelitian menunjukkan signifikansi statistik positif tentang adanya asosiasi antara susu sapi dan diabetes Pipe 1 dan lima penelitian lainnya tidak. Tentu saja, ini pada awalnya seperti memperlihatkan ketidakpastian, sebuah langkah awal untuk mendiskreditkan hipotesis.

Namun, kelima penelitian yang tergolong “negatif” tidak menunjukkan bahwa susu sapi menurunkan diabetes Tipe 1. Kelima penelitian tersebut sama sekali tidak menunjukkan signifikansi statistik untuk hasil yang sebaliknya. Sebagai perbandingan, total ada lima penelitian yang memiliki signifikansi statistik dan kelimanya menunjukkan hasil yang sama. yaitu konsumsi susu sapi secara dini diasosiasikan dengan peningkatan risiko diabetes Ilpe 1. Hanya ada I berbanding 64 kemungkinan hasil penelitian tersebut merupakan sebuah kebetulan belaka.

Intinya adalah, jika lima dari sepuluh penelitian berhasil memperoleh hubungan yang memiliki signifikansi statistik, dan kelimanya menunjukkan bahwa konsumsi susu sapi berkaitan dengan meningkatnya diabetes Tipe 1. dan tidak satu pun penelitian menunjukkan konsumsi susu sapi berkaitan dengan penurunan diabetes Tipe 1, saya sangat tidak sependapat dengan apa yang dikatakan si penulis, bahwa hipotesis “telah menjadi agak kabur karena adanya inkonsistensi dalam literature”.

Dalam telaah ilmiah yang sama. si penulis meringkas beberapa penelitian tambahan yang secara tidak langsung, membandingkan praktik menyusui (ASI) diasosiasikan dengan konsumsi susu sapi dan diabetes Tipe 1. Kompilasi tersebut mencakup 52 kemungkinan perbandingan. 20 di antaranya memiliki signifikansi statistik. Dari 20 penelitian tersebut, 19 di antaranya mendukung asosiasi susu sapi dengan penyakit, dan hanya satu penelitian yang tidak. I.agi lagi, perbandingannya sangat condong kepada asosiasi yang dihipotesiskan, hal yang tidak diungkap si penulis.

Saya mengutip contoh berikut bukan hanya memberi penegasan untuk bukti yang menunjukkan efek susu sapi terhadap diabetes Tipe 1. tetapi juga untuk mengilustrasikan sebuah taktik yang seringdigunakan untuk membuat suatu penelitian menjadi kontroversial, padahal sama sekali tidak. Praktik ini sudah biasa dilakukan dan merupakan sumber dari kebingungan yang sesungguhnya tidak perlu. Saat para peneliti melakukan hal inii—bahkan )ika tanpa sengaja mereka melakukannya—sering mereka sudah memiliki prasangka terhadap hipotesis. Sungguh, tidak lama setelah saya menulis buku ini, saya mendengar sebuah wawancara di National Public Radio mengenai masalah diabetes Tipe 1 dengan seorang penulis senior review ilmiah tersebut.” Dapat dikatakan, si penulis sama sekali tidak menganggap bukti-bukti dari hipotesis susu sapi.

Karena isu ini memiliki implikasi ekonomi yang sangat besar bagi perindustrian agrikultur Amerika, dan karena ada begitu banyak orang yang memiliki bias pribadi yang sangat kuat terhadap masalah ini. sangat sulit rasanya bagi penelitian diabetes ini untuk dapat mencapai media dalam waktu dekat. Namun, bukti yang menyatakan bahwa susu sapi merupakan penyebab diabetes Tipe 1 sekarang ini sudah begitu banyak, walaupun masih ada detail-detail mekanisme yang belum sepenuhnya dipahami. Kami tidak hanya memiliki bukti akan bahaya susu sapi. kami juga memiliki cukup bukti yang menunjukkan asosiasi antara diabetes dan susu sapi setara biologis masuk akal. Air susu ibu adalah makanan yang sempurna bagi bayi. Salah satu hal paling latai yang dapat dilakukan oleh seorang ibu adalah menyubstitusi susunya sendiri dengan susu sapi.

KESIMPULAN
Kontroversi dari Kontroversi Penyebab Diabetes Tipe 1 tak lain  dari bagian alami dari ilmu pengetahuan.

SUMBER                                           : RAHASIA SEHAT ORANG CHINA
LIHAT ARTIKEL LAINNYA        : Fakta Mengenai Buah dan Sayuran Organik

 

banner smartdetox bawah baru

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *