Penyebab Rambut Rontok

RAMBUT RONTOK

Dalam keadaan normal, setiap orang akan mengalami kerontokan rambut sekitar 50-100 helai/hari. Usia rata-rata tiap helai rambut adalah 3 sampai 7 tahun. Sembilan puluh persen rambut di kepala kita tumbuh secara aktif; sedangkan 10 persen lainnya dalam keadaan istirahat. Tahap istirahat berlangsung antara 2 dan 6 bulan, setelah itu rambut akan rontok. Kerontokan rambut yang signifikan disebabkan oleh penyakit, ketidakseimbangan hormon, luka pada kulit kepala, obat-obatan tertentu, atau stres. Rambut biasanya tumbuh kembali saat penyebabnya diperbaiki.

Alopesia areata (kebotakan setempat)

Pada kelainan ini, terjadi kerontokan rambut secara terlokalisir (tidak di seluruh area kulit kepala), meninggalkan ‘ bekas’ berupa kulit kepala yang licin (kebotakan). Area kebotakan berbentuk bulat dengan kulit kepala terlihat normal (tidak ada ketombe, sisik, atau luka).

Tanda

> Alopesia generalisata – Seluruh rambut kepala menipis atau rontok. Kerontokan juga terjadi pada alis dan bulu mata.

> Alopesia areata – Sekelompok rambut mengalami kerontokan (bercak botak) dan biasanya terbatas pada daerah kulit kepala.

Penyebab

Biasanya rambut dapat tumbuh kembali jika dilakukan perbaikan terhadap faktor-faktor penyebab (kecuali karena penuaan dan keturunan), seperti:

> Crash diet (diet ekstrim yang sangat membatasi asupan kalori).

> Stress fisik, mental, atau emosional.

> Proses penuaan.

> Keturunan (misalnya, pria / wanita dengan pola kebotakan).

> Ketidakseimbangan hormonal (misalnya, setelah melahirkan atau saat menopause pada wanita).

> Kerusakan rambut karena perawatan yang tidak sesuai (seperti pengecatan, pengeringan dengan alat, pengeritingan rambut).

> Cedera karena rambut ditarik-tarik ( misalnya menyikat rambut dengan kasar atau menata rambut dengan menarik rambut berlebihan, seperti mengepang dan menguncir rambut ekor kuda), penggunaan bando yang bergerigi terlalu ketat.

> Gangguan kulit kepala (misalnya, infeksi jamur atau bakteri).

> Kondisi medis (misalnya, penyakit tiroid, lupus)

> Beberapa pil KB dapat menyebabkan meningkatnya jumlah rambut yang rontok.

> Menjalani operasi besar, infeksi, atau demam tinggi

> Obat-obatan, termasuk beberapa obat tekanan darah, antikoagulan, antidepresan, obat antiartritis dan antigout, serta radiasi dan kemoterapi untuk mengobati kanker. Dalam kasus ini, rambut biasanya dapat tumbuh kembali.

Apa yang dapat Anda lakukan

> Perlakukan rambut Anda dengan tepat (misalnya, menggunakan kondisioner untuk mencegah rambut kusut, menyisir dengan sisir bergigi jarang, menggunakan alat pengering rambut hanya bila benar-benar perlu).

> Hindari tindakan menarik rambut, baik untuk penataan rambut atau karena hanya gugup.

> Gunakan produk perawatan rambut yang mengandung minoksidil. Angka keberhasilan minoksidil dalam menumbuhkan rambut mencapai 30%. Tetapi jika obat ini tidak lagi digunakan, rambut yang baru tumbuh akan rontok. Waspada akan beberapa sediaan yang bisa menyebabkan pertumbuhan rambut di luar daerah dimana obat dioleskan (misalnya wajah).

>  Gunakan rambut tiruan atau wig.

> Cucilah rambut setiap hari dengan shampo yang bersifat ringan.

> Jika Anda menduga gaya rambut Anda menyebabkan rambut Anda rontok, hindari pengeritingan, mengepang, ekor kuda, atau apapun yang membuat rambut Anda tertarik.

> Jika Anda menduga bahwa rambut rontok disebabkan oleh penyakit, konsultasikan dengan dokter.

Apa yang dapat Dokter lakukan

> Menentukan dan mengatasi faktor penyebab serius kerontokan rambut.

> Mengobati penyakit yang menyebabkan rambut rontok.

> Meresepkan obat tertentu yang dapat merangsang pertumbuhan rambut.

> Menganjurkan transplantasi rambut bila rambut mengalami kebotakan permanen.

> Pada kasus alopesia areata yang ‘membandel’, dokter adakalanya perlu memberikan suntikan steroid pada kulit kepala.

 

KESIMPULAN
Penyebab Rambut Rontok
timbil dikarenakan banyak factor, maka itu kenali lah rambut Anda secara cermat.

Penyebab Rambut Rontok

Penyebab Rambut Rontok

Sumber : HEALTH GUIDE MAGAZINE
Artikel Lainnya : Radang paru-paru (Pneumonia)

banner smartdetox bawah baru

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *