Persamaan Penyakit-Penyakit Autoimun

Bagaimana dengan penyakit-penyakit autoimun lainnya? Masih ada lusinan penyakit autoimun lain dan saya hanya membahas dua di antaranya yang paling berbahaya. Dapatkah kita mengambil suatu kesimpulan yang berlaku untuk seluruh penyakit autoimun?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kita perlu mengidentifikasi seberapa banyak persamaan yang dimiliki penyakit-penyakit tersebut. Semakin banyak persamaannya, semakin besar kemungkinan penyakit-penyakit tersebut memiliki penyebab yang sama.

Pertama, berdasarkan definisi, setiap penyakit autoimun melibatkan sistem kekebalan tubuh yang berubah menjadi kacau sehingga menyerang protein “tubuh sendiri” yang terlihat serupa dengan protein asing.

Kedua, semua penyakit autoimun yang telah diteliti ternyata lebih umum ditemukan pada daerah geografis yang tinggi atau tempat yang kurang terkena sinar matahari secara konstan.

Ketiga, beberapa penyakit autoimun memiliki kecenderungan menyerang individu yang sama. Misalnya, MS dan diabetes Tipe 1 pernah terbukti menjangkiti orang yang sama.Penyakit Parkinson, sebuah penyakit non-autoimun yang memiliki karakteristik autoimun. sering ditemukan pada penderita MS. baik pada daerah geografis yang sama'” maupun pada individu yang sama. MS juga diasosiasikan, baik pada daerah geografis maupun individu yang sama. dengan penyakit autoimun lainnya, seperti lupus, myasthenia gravis, penyakit Graves, dan eosinophilic vasculitis.M Nyeri rematik pada anak-anak. sebuah penyakit autoimun lainnya, telah terbukti memiliki asosiasi yang erat dengan Hashimoto thyroiditis.”

Keempat, dari penyakit-penyakit tersebut yang sudah diteliti kaitannya dengan nutrisi, konsumsi makanan berbasis hewani—terutama susu sapi— diasosiasikan dengan risiko yang jauh lebih tinggi.

Kelima, terdapat bukti bahwa virus dapat memicu perkembangan penyakit-penyakit tersebut.

Keenam, dan karakteristik terpenting yang mengikat semua penyakit autoimun ini adalah bukti bahwa penyakit-penyakit mi memiliki “mekanisme aksi” yang serupa— istilah yang digunakan untuk menjelaskan “bagaimana” formasi suatu penyakit. Saal menelaah mekanisme aksi serupa, kita dapat memulai dengan paparan sinar matahari karena, entah bagaimana, ini tampaknya menghubungkan semua penyakit autoimun. Paparan sinar matahari, yang semakin berkurang seiring meningkatnya ketinggian suatu tempat, bisa saja hal yang penting. Namun, jelas ada faktor-faktor lain. Konsumsi makanan berbasis hewani, terutama susu sapi. |uga meningkat seiring posisi geografis yang meniauhi Ekuator. Kenyataannya, pada sebuah penelitian paling ekstensif, susu sapi dapat dijadikan Indikator sangat baik untuk MS, sama baiknya dengan ketinggian (atau cahaya matahari). Pada penelitian Dr. Swank di Norwegia, MS |auh lebih tidak umum di daerah pesisir yang lebih banyak mengonsumsi ikan. Ini mengakibatkan adanya pemikiran bahwa lemak omega 3 yang umum ditemukan pada ikan memiliki efek perlindungan. Namun, yang hampir tidak pernah disinggung adalah bahwa konsumsi susu (dan lemak jenuh) jauh lebih sedikit di daerah daerah pengonsumsi ikan. Apakah mungkin susu sapi dan kurangnya sinar matahari memiliki efek serupa terhadap MS dan penyakit autoimun lainnya karena penyakit penyakit tersebut beroperasi melalui mekanisme yang serupa? Iika memang benar, hal ini sangat menarik.

Ternyata, pemikiran tersebut tidak segila kedengarannya. Mekanisme tersebut, sekali lagi. melibatkan vitamin I). Ada sebuah model eksperimental dengan subjek hewan untuk menyelidiki penyakit lupus, MS. nyeri rematik, dan penyakit pembengkakan saluran pencernaan (seperti penyakit Crohn dan ulcerative colitis), yang seluruhnya termasuk dalam penyakit autoimun.” Vitamin D yang bekerp melalui mekanisme yang serupa pada setiap dan masing-masing kasus, mencegah perkembangan eksperimen dari penyakit-penyakit tersebut. Ini menjadi lebih menarik lagi jika kita memikirkan efek makanan terhadap vitamin I).

Saat cahaya matahari mengenai kulit Anda secara langsung, kulit akan memproduksi vitamin D. Kemudian, vitamin I) harus diaktivasi dalam ginjal agar dapal berubah menjadi bentuk yang dapat menekan perkembangan penyakit autoimun. Langkah aktivasi yang sangat penting tersebut dapal dihambat oleh makanan kaya kandungan kalsium dan protein hewani yang memproduksi asam, seperti susu sapi dan beberapa jenis gandum-ganduman. Pada taraf eksperimen, vitamin D yang teraktivasi bekerja melalui dua cara. Pertama, vitamin D menghambat perkembangan T-scl tertentu dan agen aktif (disebut cytokine) yang diproduksi oleh T-sel tersebut. Cytokine dapat memicu reaksi sistem kekebalan tubuh. Cara kedua, vitamin 1) memacu pertumbuhan T-sel lain untuk melawan efek T-sel yang memicu penyakit autoimun.” (Ilustrasi untuk menjelaskan skema jaringan vitamin 1) dapat dilihat pada Apendiks C.) Sepanjang penelitian yang telah dilakukan, mekanisme aksi ini tampaknya merupakan persamaan yang kuat di antara seluruh penyakit autoimun.

Sekarang kita mengetahui adanya bukti yang kuat melawan makanan berbasis hewani, terutama susu sapi. baik untuk MS maupun diabetes Tipe 1. Dewasa ini, hampir tidak ada indikasi akan hubungan pola makan dan penyakit-penyakit tersebut yang mencapai khalayak umum. Situs internet untuk Multiple Sclerosis International Federation, misalnya, menuliskan, ” I idak ada bukti yang tepercaya bahwa MS terjadi akibat kesalahan pola makan atau kurangnya nutrisi” Dalam situs tersebut, mereka mengingatkan bahwa beralih pada pengobatan dengan pola makan merupakan cara yang “mahal” dan “dapat merusak keseimbangan nutrisi yang normal”.71 jika mengubah pola makan Anda adalah mahal, saya tidak tahu apa yang akan mereka katakan tentang menjadi terpaksa terbaringdi ranjang dan lumpuh. Mengenai masalah merusak “keseimbangan nutrisi yang normal”, apakah yang disebut dengan normal itu? Apakah artinya pola makan yang kita konsumsi sekarang ini adalah “normal”—pola makan yang umumnya menyebabkan penyakit yang membuat jutaan warga Amerika cacat, meninggal, dan sangat menderita setiap tahunnya? Apakah tingkat penyakit jantung, kanker, penyakit autoimun, obesitas, dan diabetes yang begitu tinggi adalah “normal”? Iika hal semacam itu memang normal, saya sangat menyarankan agar kita mulai dengan serius mempertimbangkan untuk menjadi tidak normal.

Ada sekitar 400.000 warga Amerika yang menpdi korban MS dan jutaan lebih lainnya mengidap penyakit autoimun lain. Setiap penyakit serius yang saya bahas dalam bab ini dapat selamanya mengubah kehidupan siapa pun—anggota keluarga, sahabat, tetangga, rekan kerja, atau bahkan Anda sendiri.

Ini adalah waktunya Anda merelakan sapi yang telah kita puja-puja. Akal sehat harus diutamakan. Komunitas profesional, para doktor, dan institusi pemerintah perlu berdiri dan melakukan tugas mereka sehingga anak-anak yang lahir sekarang ini tidak perlu lagi menghadapi tragedi yang dapat dicegah.

KESIMPULAN
Persamaan Penyakit-Penyakit Autoimun Ada sekitar 6 macam, Anda bisa lihat selengkapnya diArtikel diAtas.

SUMBER                                           : RAHASIA SEHAT ORANG CHINA
LIHAT ARTIKEL LAINNYA        : Manfaat Susu

banner smartdetox bawah baru

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *