Pola Makan Di China

Pengalaman Pola Makan di China

Nilai ini penting dari penelitian ini adalah kebiasaan pola makan di daerah rural China. Ini adalah sebuah kesempatan untuk mempelajari efek-efek dari menu makan, yang sebagian besar berbasis nabati, yang terkait dengan kesehatan.

Di Amerika. 15-16% dari total kalori berasal dari protein dan di atas 80% dari jumlah tersebut berasal dari makanan berbasis hewani. Namun, di daerah rural China, hanya sekitar 9-10% dari total kalori yang berasal dari protein dan hanya 10% protein yang berasal dari makanan berbasis hewani. Ini berarti terdapat perbedaan nutrisi yang sangat besar antara pola makan di China dan Amerika, seperti yang diperlihatkan dalam Tabel 4.3.

Temuan seperti yang diperlihatkan Grafik 3.4 distandardisasikan untuk berat tubuh 65 kg. Ini adalah cara standar pemerintah China mencatat informasi semacam ini dan mempermudah kami membandingkannya dengan populasi lain. (Untuk seorang pria dewasa di Amerika denuan berat tubuh 77 kg, asupan kalori per harinya kira kira 2.400 kalori. Untuk rata-rata pria dewasa di China dengan berat tubuh 77 kg, asupan kalori per harinya sekitar 3.000 kalori.)

Dari setiap kategori tersebut, terdapat perbedaan pola makan yang sangat besar antara China dan Amerika. Di China, a supan kalori, serat, dan zat besi lebih banyak, sedangkan asupan lemak, protein, dan makanan berbasis hewani lebih sedikit. Perbedaan pola makan ini sangat penting.

Di samping perbedaan yang sangat besar, masih terdapat banyak variasi dalam pola makan di China. Variasi eksperimental (yaitu cakupan nilai) sangat penting saat kami menyelidiki asosiasi antara pola makan dan kesehatan. Untunglah, dalam penelitian mi terdapat variasi eksperimental yang memadai di hampir seluruh laktor yang diu|i. Terdapat variasi yang luar biasa banyak dalam tingkat keiadian penyakit (Tabel 4.2) dan dalam asupan makanan serta uji klinis. Sebagai contoh, (akupan nilai kolesterol darah—sebagaimana rata-rata di masing-niasingdistrik dari nilai tertinggi hingga nilai terendah hampir mencapai 2 kali lipat. Kandungan beta-karoten dalam darah sekitar 9 kali lipat, lipid dalam darah sekitar 3 kali lipat, asupan lemak sekitar f> kali lipat, dan asupan serat sekitar 5 kali lipat. Ini sangat krusial karena kami sangat memperhatikan perbandingan antardistrik di ( hina.

Penelitian yang kami lakukan adalah penelitian besar yang pertama kali dilakukan, yang secara khusus meneliti perbedaan nilai dari pengalaman pola makan dan konsekuensinya terhadap kesehatan. Sebagai dampaknya, kami membandingkan pola makan kaya makanan berbasis nabati dengan pola makan yang sangat kaya makanan berbasis nabati di China. Pada hampir seluruh penelitian lainnya, yang dilakukan di Barat, para peneliti membandingkan antara pola makan yang kaya makanan berbasis hewani dan pola makan yang sangat kaya makanan berbasis hewani. Perbedaan pola makan di daerah rural China dan di Barat, dan pola penyakit yang disebabkannya, sangat luar biasa. Perbedaan itulah, seperti semua hasil penelitian ini. yang meniadikan penelitian ini begitu penting.

Media massa menyebut penelitian ini sebagai “penelitian monumental”. Sebuah artikel yang dimuat di Saturday Evening Post menyebutkan bahwa proyek ini “dapat mengguncang peneliti medis dan nutrisi di mana pun”.* Beberapa peneliti di institusi medis mengatakan bahwa penelitian semacam ini tidak akan lagi mungkin dilakukan. Yang saya tahu adalah penelitian ini menawarkan kesempatan untuk menyelidiki banyak dasar pemikiran yang saya miliki mengenai makanan dan kesehatan.

Sekarang, saya ingin menunjukkan apa yang telah kami pelaiari dan bagaimana penelitian selama 20 tahun kemudian, baik melalui pemikiran maupun pengalaman, tidak hanya mengubah cara pandang saya tentang hubungan antara nutrisi dan kesehatan, tetapi juga mengubah cara konsumsi keluarga saya sendiri.

 

KESIMPULAN
Pola Makan Di China
kalau dilihat dari data ditas terlihat kurang baik, maka itu Pola Makan Sehat itu sangat penting.

SUMBER                                  : RAHASIA ORANG CHINA
LIHAT ARTIKEL LAINNYA        : Obesitas Pada Manusia

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *