Pola Makan Sehat

Pola Makan dan Ukuran Tubuh

Kita sekarang tahu bahwa mengonsumsi pola makan rendah-lemak. rendah protein, dan kaya karbohidrat kompleks yang berasal dari buah dan sayuran akan membantu menurunkan berat tubuh. Namun, bagaimana jika Anda ingin lebih besar? Sebuah keinginan untuk menjadi sebesar yang kita mungkinkan ada dalam beberapa kebudayaan. Selama masa kolonial di Asia dan Afrika, orang-orang Eropa menganggap orang yang bertubuh kecil kurang beradab. Ukuran tubuh tampaknya menjadi semacam tanda kekuatan, kejantanan, dan dominasi.

Kebanyakan orang berpikir mereka dapat menjadi lebih besar dan lebih kuat dengan mengonsumsi makanan berbasis hewani yang kaya protein. Kepercayaan ini berakar pada ide bahwa mengonsumsi protein (alias daging) diperlukan untuk kekuatan fisik. Ini sudah menjadi konsensus bersama di seluruh dunia untuk waktu yang lama Bahkan, pemerintah China pun merekomendasikan diet lebih banyak protein untuk mendorong terciptanya atlet-atlet yang lebih besar dan lebih mampu berkompetisi dalam Olimpiade. Makanan berbasis hewani memiliki lebih banyak protein dan protein tersebut dianggap “berkualitas lebih baik”! Protein hewani menikmati reputasi yang serupa di belahan dunia mana pun, seperti hanya di negara China yang sedang berkembang sangat pesat.

Namun, terdapat satu masalah dengan ide bahwa mengonsumsi makanan berbasis hewani adalah cara yang baik untuk menjadi lebih besar. Orang-orang yang paling banyak mengonsumsi protein hewani adalah mereka yang paling banyak terserang penyakit jantung, kanker, dan diabetes. Dalam China Study, misalnya, konsumsi protein hewani tidak hanya diasosiasikan dengan pertumbuhan tubuh yang lebih tinggi dan lebih berat,1 tetapi juga diasosiasikan

dengan kadar kolesterol keseluruhan dan kolesterol jahat.” Terlebih lagi, berat tubuh, yang diasosiasikan dengan asupan protein hewani,1 juga diasosiasikan dengan kejadian kanker” 111 dan penyakit jantung koroner yang lebih tinggi.” Tampaknya, menjadi lebih besar, dan juga diasumsikan lebih baik, memiliki label harga yang sangat mahal. Namun, mungkinkah kita mencapai potensi pertumbuhan optimal dengan tetap meminimalkan risiko terserang penyakit?

Baca Juga Yang satu ini ...
Agen penjual smart detox pelangsing ngawi mojokerto

Tingkat pertumbuhan masa kanak-kanak tidak diukur dalam penelitian ini, tetapi tinggi dan berat tubuh orang dewasa diukur. Informasi ini terbukti mencengangkan. Mengonsumsi lebih banyak protein memiliki asosiasi dengan ukuran tubuh yang lebih besar (‘” untuk laki-laki dan 11 untuk perempuan).1” Namun, efek ini disebabkan oleh protein nabati karena protein nabati mencapai 90% dari total asupan protein penduduk China. Konsumsi protein hewani memang benar memiliki asosiasi dengan bobot tubuh yang lebih.1 dan konsumsi susu yang kaya protein tampaknya juga sama efektifnya.” Namun, berita baiknya adalah asupan protein nabati yang lebih banyak sangat berhubungan dengan tinggi tubuh” dan berat tubuh” yang lebih. Pertumbuhan tubuh yang dihubungkan dengan protein secara umum, baik protein hewani maupun nabati memang efektif. Ini berarti individu dapat mencapai potensi pertumbuhan dan ukuran tubuh sesuai dengan gennya dengan mengonsumsi pola makan berbasis nabati. Namun, mengapa orang yang tinggal di negara-negara berkembang, yang mengonsumsi sedikit atau tidak sama sekali makanan berbasis hewani, secara konsisten lebih kecil daripada orang Barat? Ini disebabkan pola makan berbasis nabati di daerah-daerah miskin di dunia biasanya tidak cukup bervariasi, tidak memiliki jumlah dan kualitas yang memadai, serta diasosiasikan dengan keadaan kesehatan umum yang buruk sehingga banyak penyakit yang berjangkit sejak kanak-kanak. Dengan kondisi seperti ini, pertumbuhan terhambat dan orang tidak akan mencapai potensi genetis ukuran tubuh dewasanya. Dalam China Study, tinggi dan berat tubuh orang dewasa yang rendah sangat berhubungan dengan daerah-daerah yang memiliki tingkat kematian tinggi akibat tuberkulosis paru,”1 penyakit parasit,”1 paru-paru basah (‘” untuk tinggi tubuh), “gangguan saluran pencernaan”‘”, dan penvakit pencernaan. ”

Baca Juga Yang satu ini ...
Tips Cara Senam Wajah Agar Muka kencang dan Awet Muda

Penemuan ini mendukung pemikiran bahwa postur tubuh dapat dicapai dengan mengonsumsi pola makan berbasis nabati yang rcndah-lemak. dengan syarat kondisi kesehatan umum dapat dengan efektif mengontrol penyakit-penyakit akibat kemiskinan. Dengan kondisi seperti ini, penyakit-penyakit kemakmuran (seperti penyakit jantung, kanker, diabetes) dapat terus menerus diminimalkan.

Pola makan rendah protein-hewamdan rendah-lemak. yang membantu mencegah obesitas, juga memungkinkan orang memperoleh seluruh potensi pertumbuhan tubuhnya, sambil melakukan keajaiban kesehatan lainnya. Pola makan ini mengatur kolesterol dalam darah dengan lebih baik dan mengurangi penyakit jantung dan berbagai jenis kanker.

Berapa kemungkinannya semua asosiasi yang mendukung pola makan berbasis nabati ini merupakan kejadian kebetulan belaka? Hampir sangat tidak mungkin. Konsistensi semacam ini dari bukti bukti yang tersebar di banyak asosiasi sangat langka dijumpai dalam sebuah penelitian ilmiah. Ini menunjukkan sebuah pandangan global yang baru, sebuah paradigma baru. Penemuan ini menghapuskan status quo, mcnjannkan manfaat kesehatan yang baru, dan menuntut perhatian kita.

KESIMPULAN
Pola makan Sehat
sangat Kita perlukan, terlebih kesehatan untuk Keluarga Anda.

SUMBER                                  : RAHASIA ORANG CHINA
LIHAT ARTIKEL LAINNYA        : Organ Ginjal Pada Manusia

banner smartdetox bawah baru

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *