Pola Makan Selama puasa dan Pascapuasa

 

Pola Makan Selama puasa dan Pascapuasa, Salah satu hal yang perlu mendapat perhatian jika Anda memutuskan menjalani detoks dengan metode puasa adalah pola makan. Banyak orang tidak mendapatkan manfaat dari detoks dengan metode puasa karena tidak memperhatikan pola makan mereka, terutama pola makan pascapuasa. Setelah masa detoks berakhir, mereka kembali ke pola makan semula. Makanan yang masuk ke dalam tubuh sama sekali tidak diperhatikan, baik dalam hal jumlah maupun mutunya.

Ada dua pola makan yang perlu diperhatikan terkait dengan detoks dengan metode puasa. Pertama, pola makan saat berbuka puasa. Kedua, pola makan pascapuasa.

Pola Makan Selama puasa dan Pascapuasa

Pola Makan Selama puasa dan Pascapuasa

1. Pola Makan Selama Puasa

Pola makan selama puasa yang perlu diperhatikan adalah pola makan saat berbuka puasa. Waktu berbuka puasa sering dijadikan sebagai arena “balas dendam” setelah lebih dari 13 jam menahan lapar dan haus. Tidak sedikit orang yang makan berlebihan pada waktu berbuka puasa tiba sehingga tidak lagi mempertimbangkan nilai gizi makanan yang dikonsumsi. Perlu juga diingat bahwa kolak dan cendol (menu favorit berbuka puasa di negeri ini) nilai kalorinya bisa 200 hingga 300 sehingga jangan terlalu banyak dikonsumsi. Jika makan kolak, sebaiknya pilih yang santannya encer.

Berbuka tanpa mempertimbangkan nilai gizi makanan yang dikonsumsi akan membuat proses detoks tidak berlangsung sempurna. Alih-alih menguras racun, justru racun yang dimasukkan ke dalam tubuh. Makanan berkolesterol tinggi adalah salah satu yang patut diwaspadai.

Banyak orang beranggapan bahwa puasa membuat lemas karena kita kehilangan waktu makan. Hal ini lantas membuat mereka makan berlebihan saat berbuka. Padahal, jika diteliti sebenarnya anggapan bahwa puasa membuat kita kehilangan waktu makan adalah tidak tepat. Saat puasa, sebenarnya kita tidak kehilangan waktu makan. Dalam sehari, umumnya kita makan besar tiga kali dan dua kali makan kudapan. Jika pintar mengatur waktu makan, kita tidak akan kehilangan waktu makan.

Baca Juga Yang satu ini ...
Cara pakai smart detox dan cara maintenance

Agar tubuh tetap segar dan mampu menjalankan fungsi detoksifikasi, saat puasa perbanyaklah mengonsumsi serat (buah dan sayur) dan air ketika makan sahur. Serat dan air lebih lama mendiami usus sehingga tidak segera membuat tubuh mengirim sinyal lapar ke otak. Selain itu, serat baik untuk melancarkan buang air besar.

2. Pola Makan Pascapuasa

Setelah masa puasa detoks untuk jangka waktu tertentu selesai, jangan langsung makan secara membabibuta. Ingatlah bahwa tubuh perlu waktu untuk menstimulasi produksi enzim pencernaan yang terhenti pada saat puasa. Oleh karena itu, makanlah secara bertahap.

Pada hari pertama saat puasa usai, mulailah dengan mengonsumsi setengah jeruk atau sepotong semangka seukuran kepalan tangan. Lakukan setiap dua jam sekali dan jumlahnya dari waktu ke waktu semakin ditambah sedikit demi sedikit.

Pola makan ini harus dipertahankan hingga hari ketiga usai puasa. Semakin hari jumlahnya harus ditambah sedikit demi sedikit. Demikian juga jarak waktunya harus semakin diperlebar. Makanan yang sebaiknya dikonsumsi pada tiga hari pertama usai puasa adalah buah-buahan dan sayuran yang dikukus, misal labu, ubi, dan sebagainya. Ingat. Jangan memulai makan dengan buah yang terlalu matang, jangan berlebihan, serta jangan makan makanan yang pedas dan beraroma terlalu kuat seperti garam dan lada karena bisa membuat perut keram dan sakit. Pada hari keempat, pola makan Anda bisa kembali ke pola makan normal, yaitu makan tiga kali sehari.

Semoga tips Pola Makan Selama puasa dan Pascapuasa bisa bermanfaat bagi anda yang ingin menjalani detoks dengan metode puasa

Sumber : Hidup sehat dengan detoks

Oleh : iyan sugung

Baca artikel menarik lainnya : Penyakit Stroke Tak bisa diramal

Baca Juga Yang satu ini ...
Tips merawat Kuku bagi kesehatan
banner smartdetox bawah baru

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *