Prinsip Suplemen

Suplemen vitamin bukanlah obat ajaib untuk kesehatan yang baik.

Nutrisi bekerja sebagai sebuah sistem biokimia yang sangat kompleks, melibatkan ribuan unsur kimia dan ribuan efek bagi kesehatan Anda. Oleh sebab itu, sangat sulit memahami pemikiran bahwa sebuah nutrisi yang terisolasi dan dikonsumsi sebagai suplemen dapat menggantikan makanan utuh Suplemen tidak akan menghasilkan kesehatan jangka panjang dan mungkin menyebabkan efek samping tidak diduga. Terlebih lagi. bagi mereka yang menggantungkan diri pada suplemen, manfaat dan perubahan pola makan akan tertunda. Bahaya dari pola makan gaya Barat tidak dapat diatasi dengan mengonsumsi nutrisi dalam bentuk pil.

Sudah sangat jelas mengapa begitu banyak industri besar dan produsen suplemen nutrisi bermunculan. Keuntungan besar merupakan motif yang menggiurkan dan peraturan pemerintah yang baru semakin memperlancar jalan untuk memperluas pasar. Terlebih lagi. konsumen tetap ingin mengonsumsi makanan mereka yang biasa dan menenggak beberapa suplemen akan membuat mereka merasa lebih baik untuk mengimbangi potensi kerusakan karena pola makan. Dengan mendukung penggunaan suplemen, artinya media dapat mengatakan hal yang ingin orang dengar dan para dokter memiliki sesuatu yang bisa ditawarkan kepada pasien-pasiennya. Hasilnya, industri suplemen bernilai triliunan dolar sekarang telah menjadi bagian dari seluruh sistem nutrisi kita. dan kebanyakan konsumen telah dicekoki untuk percaya bahwa mereka sedang “membeli” kesehatan. Inilah cara yang dianut oleh mendiang Dr. Atkins, la menyarankan pola makan kaya protein dan kaya lemak—mengorbankan kesehatan jangka pendek—dan kemudian, menyarankan mengonsumsi suplemen produksinya untuk mengatasi apa yang ia sebut, dalam kata-katanya sendiri, “masalah umum orang yang berdiet”, termasuk konstipasi, ketagihan gula, rasa lapar, kekurangan cairan, rasa letih, gugup, dan insomnia.

Sebenarnya, strategi memperoleh dan mempertahankan kesehatan dengan suplemen nutrisi ini sudah dimulai sekitar tahun 1994-1996, yaitu saat dilakukannya penyelidikan besar-besaran mengenai efek suplemen beta-karoten (sebuah bentuk vitamin A) pada kanker paru dan penyakit-penyakit lain.2 * Setelah 4-8 tahun penggunaan suplemen, kanker paru tidak juga menurun, melainkan bahkan bertambah! Selain itu. tidak ada pula manfaat yang tampak dari vitamin A dan E untuk pencegahan penyakit jantung.

Sejak saat itu. begitu banyak eksperimen yang menghabiskan biaya ratusan juta dolar dilakukan untuk mencari tahu apakah benar vitamin A. C, dan E dapat mencegah penyakit jantung dan kanker. Baru-baru ini dua buah telaah Ilmiah dari eksperimen-eksperimen tersebut dipublikasikan.” Para peneliti, meminjam kata-kata mereka sendiri, “tidak dapat memastikan neraca antara manfaat dan bahaya dari penggunaan rutin suplemen vitamin A, C, dan E; multivitamin dengan asam folat; atau kombinasi antioksidan bagi pencegahan kanker atau penyakit kardiovaskular”.4 Sungguh! Bahkan, mereka merekomendasikan untuk tidak mengonsumsi suplemen beta-karoten.

Mengisolasi nutrisi dan berusaha mendapatkan manfaat yang sama dengan yang dimiliki oleh makanan utuh menunjukkan ketidakpedulian akan cara kerja nutrisi dalam tubuh. Ada m-bu j h artikel yang istimewa di New York Tinted yang menuliskan bahwa suplemen nutrisi telah gagal menyediakan manfaat kesehatan yang nyata. Seiring berlalunya waktu, saya sangat yakin kita akan terus “menemukan” bahwa menggantungkan diri kepada suplemen nutrisi tunggal untuk mempertahankan kesehatan, sambil terus mengonsumsi pola makan ala “Barat” tidak hanya membuang-buang uang, tetapi juga memiliki potensi bahaya yang besar.

KESIMPULAN
Prinsip Suplemen,
Suplemen vitamin bukanlah obat ajaib untuk kesehatan yang baik.

SUMBER                                  :        RAHASIA SEHAT ORANG CHINA 

LIHAT ARTIKEL LAINNYA        : Proses penyembuhan saat puasa

 

banner smartdetox bawah baru

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *