Prolaps (Tali Pusat)

Prolaps tali pusat adalah turunnya (prolaps) tali pusat menuiu jalan lahir dibawah janin yang terjadi setelah selaput ketuban pecah. Kejadian prolaps tali pusat ini merupakan kasus kegawatdaruratan dan penyulit dalam persalinan, karena dapat menyebabkan kematian janin

 

Panjang tali pusat normal berkisar antara 50-100 cm. terdiri dari anyaman pembuluh darah yang berfungsi menyalurkan nutrisi svta oksigen dan ibu ke janin untuk pertumbuhan dan sumber energi bagi janin. Pada tali pusat yang turun (prolaps). saat lanin melewati jalan lahir, maka tali pusat akan terjepit atau tertekan oleh janin, sehingga aliran darah yang mengangkut oksigen ke jonm akan terputus. Apabila hal tersebut terjadi, maka janin akan mengalami kejadian kekurangan oksigen pada organ-organ tubuhnya. atau yang dikonal dengan asfiksta. Apabila asfiksia terjadi. maka dapat menyebabkan kerusakan pada olak janin, sehingga dapat te’iadi komplikasi kecacatan pada otak ianin seperti Cerebr.il Palsy, bahkan sampai pada kematian, jika tidak ditangani dongan segera Dengan demikian, kasus prolaps tali pusat ini disebut sebagai kegawatdaruratan pada persalinan

Angka kejadian prolaps tali pusat berkisar antara 0.1-0.6% dan seluruh kehamilan, dengan angka kematian janin saat persalinan sekitar 11-17% Dengan demikian, deteksi dim melalui pemeriksaan kehamilan secara berkala sangat penting.

Tali pusat akan lebih mungkin mengalami prolaps apabila ada sesuatu yang mencegah bagian janm untuk turun ke panggul ibu.

Adapun faktor risiko terjadinya prolaps tali pusat meliputi:

1 Plasenta letak rendah

2. Janin besar

3. Kehamilan kembar

4 Janin presentasi sungsang atau kelainan letak janin lainnya

5 Volume air ketuban berlebih

6 Jumlah anak banyak.

7. Bayi berat lahir rends (berat lahir < 2500 gr)

8 Prematuritas (usia kehamilan < 37 minggu)

9 Kelainan bawaan pada janin.

Kejadian prolaps tali pusa dap.it di dotoksl melalui pemeriksaan pada saat persalinan dan setelah selaput kotuban pecah, apabila terdapat faktor risiko seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Selanjutnya pada prolaps tali pusat, terjadi penurunan aliran darah ke janin sehingga kemudian akan menyobabkan menurunnya detak jantung lantn Penurunan detak jantung janin ini dapat di deteksi melalui pemeriksaan rekam lanin. sehingga pemeriksaan lebih lanjut dapat dilakukan sebagai langkah deteksi kejadian prolaps tali pusat.

Adapun pemeriksaan rutin ultrasound (USG) tidak cukup sensitif atau spesifik untuk mengidentifikasi letak tali pusat pada saat pemeriksaan antenatal, yakni hanya mencakup 12.5% dan seluruh angka kejadian

Apabila terjadi prolaps tali pusat, maka persalinan secara bedah (seks/o sesarea) menjadi pilihan. Dengan persalinan secara seksio sesarea. janin akan dilahirkan dengan tidak melewati jalan lahir, melainkan melalui pembedahan pada rahim (per abdominal), sehingga janin tidak akan menekan tali pusat dan tidak terjadi penurunan aliran darah ke janin akibat tali pusat yang teriepit.

Berbeda apabila persalinan dilaksanakan secara normal (melalui jalan lahir), maka tali pusat akan teriepit pada saat tubuh bayi melewati jalan lahir Dengan demikian, prolaps tali pusat merupakan indikasi mutlak untuk persalinan secara seksio sesarea.

Sebelum menjalani seksio sesarea. pada ibu dengan prolaps tali pusat, dianjurkan berposisi lutut melekat pada dada (knee-chest position) atau kepala letak rendah  (head down lilt) untuk mengurangi kompresi/ tekanan pada tali pusat, sehingga darah pengangkut oksigen dan nutrisi ke Janin dapat mengalir maksimal

Pemeriksaan teliti menjelang persalinan sangatlah penting, terutama pada kehamilan dengan faktor risiko seperti yang telah disobutkan sebelumnya Sehingga prolaps tali pusat dapat terdiagnosis dan penanganan tepat segera dilakukan untuk menghindari komplikasi persalinan yang tidak diinginkan akibat terputusnya aliran darah tali pusat yang sangat vital bagi kehidupan ianin.

KESIMPULAN
Prolaps / Tali pusat
akan lebih mungkin mengalami prolaps apabila ada sesuatu yang mencegah bagian janin untuk turun ke panggul ibu.

SUMBER                                         : HEALTH FIRST Magazine
LIHAT ARTIKEL LAINNYA        : Faktor- Faktor Lain Dari Kanker Colorectal

banner smartdetox bawah baru

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *