Protein dan Inisiasi

Protein dan Inisiasi

Bagaimana asupan protein dapat memengaruhi inisiasi kanker? Uji pertama kali adalah dengan melihat apakah asupan protein memengaruhi enzim yang bertanggung jawab terhadap metabolisme allatoxin. yaitu enzim oksidase fungsi campuran (mixed function oxidase/MFO). I.nzim ini sangat kompleks karena turut pula dalam metabolisme berbagai bahan farmasi dan unsur kinua lainnya, baik yang bersahabat maupun berbahaya bagi tubuh, Secara paradoks, enzim ini berfungsi dalam menetralisasi maupun mengaktifkan aflatoxin, sebuah transformasi substansi yang sangat tidak biasa.

Protein dan Inisiasi

Protein dan Inisiasi

Secara sederhana, sistem enzim MFO dapat digambarkan sebagai sebuah pabnk dalam kinerja industri sel. Berbagai “bahan baku” kimia dibawa ke dalam sel, tempat semua reaksi kompleks dilakukan. Bat tan baku mungkir saja diurai atau digabung. Setelah melalui sebuah proses transformasi, “bahan baku” kimia siap dikirim dari pabrik sebagai produk, yang sebagian besar normal dan aman. Namun, terdapat juga limbah dan proses kompleks tersebut yang sangat berbahaya. Bayangkan cerobong asap sebuah pabnk sungguhan. Jika seseorang memmta Anda mendekatkan wajah di atas cerobong asap dan menghirup napas dalam-dalam selama beberapa jam. Anda pasti menolaknya. Di dalam sel. ika tidaK te’kontrol, limbah yang berbahaya dapat memicu metabolisme aflatoxin, yang kemudian menyerang DNA sel dan merusak rancangan genetisnya.

Kami berhipotesis bahwa protein yang kita konsumsi akan memperlambat pertumbuhan tumor dengan mengubah proses detoksifikasi allatoxin oleh enzim-enzim yang ada di hati.

Pertama, kami menentukan apakah jumlah protein yang kita konsumsi dapat mengubah aktivitas enzim tersebut. Setelah serangkaian eksperimen (Grafik 3.2), jawabannya sangat jelas. Aktivitas enzim sangat mudah dimodifikasi dengan mengubah tingkat asupan protein.

Mengurangi asupan protein seperti yang dilakukan saat uji awal di India (20% menjadi 5%) tidak hanya secara signifikan mengurangi aktivitas enzim, tetapi melakukannya dengan sangat cepat.” Mengurangi aktivitas enzim melalui pola makan rendah protein berarti semakin sedikit aflatoxin yang ditransformasi menjadi metobolisme aflatoxin yang berbahaya, yang memiliki potensi mengikat diri dan memutasi DNA.

Kami memutuskan menguji implikasi tersebut. Apakah pola makan rendah-protein benar-benar mengurangi pengikatan diri produk allatoxin ke DNA dan menghasilkan lebih sedikit adduct? Rachel Preston, seorang mahasiswi program sarjana di laboratorium saya melaksanakan eksperimen tersebut (Grafik 3.3) dan menunjukkan bahwa semakin sedikit jumlah asupan protein, semakin sedikit jumlah adduct aflatoxin.

 

Sekarang kami memiliki bukli impresif bahwa asupan rendah protein dapat secara signifikan mengurangi aktivitas enzim dan mencegah pengikatan diri karsinogen berbahaya ke DNA. Anda boleh percaya itu Bahkan, penemuan itu cukup “menjelaskan” bagaimana mengonsumsi lebih sedikit protein akan berakibat pada lebih sedikit kanker. Hampir setiap kali kami mencari sebuah cara, atau mekanisme yang digunakan protein untuk menghasilkan efek-efeknya, kami berhasil menemukannya! Sebagai contoh, kami berhasil mengetahui bahwa pola makan rendah protein, atau persamaannya, mengurangi tumor dengan mekanisme seperti berikut  :

• Lebih sedikit aflatoxin yang memasuki sel.

• Sel membelah diri dengan lebih lambat.

• Berbagai perubahan terjadi di dalam kompleks enzim untuk mengurangi aktivitasnya.

• Kuantitas komponen-komponen penting dari enzim yang berhubungan berkurang.

• Lebih sedikit DNA-aflatoxin adduct yang terbentuk.

Kenyataan bahwa kami menemukan lebih dari satu cara (mekanisme) bagaimana pola makan rendah-protein bekerja, sangat membuka mata. Kesimpulan ini menambah bobot bukti yang luar biasa terhadap hasil temuan para peneliti di India. Ini juga menunjukkan bahwa efek-efek biologis, walaupun sering digambarkan bekerja melalui sebuah reaksi tunggal, lebih mungkin beroperasi melalui reaksi-reaksi berantai yang jumlahnya banyak dan sangat mungkin berfungsi dalam susunan yang sangat terintegrasi dan terkonsentrasi. Apakah ini berarti bahwa tubuh memiliki banyak sistem cadangan, jika salah satu sistemnya di-bypass? Seiring dengan penelitian selama beberapa tahun kemudian yang terus membuka tabir, kebenaran akan tesis ini berkembang menjadi sebuah bukti. Dari penelitian ekstensif yang kami lakukan, satu pemikiran tampak semakin jelas. Asupan protein rendah secara dramatis mengurangi inisiasi tumor.

KESIMPULAN
Protein dan Inisiasi bagi tubuh sangat penting bagi kesehatan tubuh kita. Jadi perhatikan kadar protein pada tubuh Anda.

 

SUMBER                               : RAHASIA ORANG CHINA
LIHAT ARTIKEL LAINNYA  : Organ Paru Paru Manusia

banner smartdetox bawah baru

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *