Raw Foods Vs Cooked Foods

Pada makanan mentah (raw foods) terdapat enzim dan nutrisi penting yang dapat rusak apabila dimasak. Makanan mentah yang dimasak dengan suhu antara 33—47 derajat Celcius secara dramatis berkurang kandungan gizinya. Beberapa pendukung makanan mentah mengklaim bahwa makanan yang dimasak bahkan dapat menyebabkan peradangan dan penyakit. Hal itu tidak sepenuhnya benar. Kandungan enzim dalam makanan juga dapat dihancurkan oleh asam lambung selama proses pencernaan. Nutrisi yang terdapat dalam beberapa Jenis makanan justru dapat meningkat setelah melalui proses memasak dan dapat menjadi lebih mudah diserap (bionvaiUiNe) oleh tubuh.

Pada tomat misalnya, kandungan likopen yang terdapat di dalamnya akan meningkat hingga tiga kali lipat ketika dimasak. Mal itu disebutkan dalam sebuah penelitian yang diterbitkan oleh The American Journal of Clinical Nutrition edisi 4 Mei 2010. Memasak tomat dengan minyak zaitun ternyata dap.it meningkatkan bioavailahilitas (tingkat penyerapan dan penyebaran dalam tubuh) likopen. Contoh lain adalah kacang, yang lebih baik dikonsumsi setelah dipanggang daripada dalam keadaan mentah. Fakta itu tercantum dalam Journal of Agricultural ami Food Chemistry yang diterbitkan pada 31 Oktober 2007.

Untuk mendapatkan enzim yang berharga dari makanan, bukan berarti Anda harus makan raw foods sepenuhnya. Anda dapat menikmati makanan yang dimasak seperti apple pancakes (terdapat di Bab 8) ke dalam menu sehari-hari.

Sehari-hari kita sebaiknya mengonsumsi 70—80% makanan yang bersifat alkaline atau netral (buah. sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan). Vang termasuk dalam golongan ini yaitu raw foods dan makanan yang dimasak secara sehat. Sedangkan 20—30% sisanya adalah makanan yang bersilat asam (makanan olahan, dalam kemasan, atau yang dimasak lama).

Ada pernyataan yang menyebutkan bahwa mengonsumsi makanan yang dimasak akan memicu peradangan di dalam tubuh dan menimbulkan penyakit. Sebaliknya, mengonsumsi 80% atau lebih raw foods justru dapat mencegah datangnya penyakit. Faktanya, tidak ada penelitian ilmiah yang mendukung teori itu. Dr ‘I Colin Campbell PhD. lewat penelitiannya ‘”Ihc China Study’ memang pernah mengungkapkan bahwa pola makan vegan (vegetarian) dapat mengurangi risiko timbulnya penyakit. Namun, penelitian tersebut tidak mempertimbangkan bagaimana makanan disiapkan, sehingga tidak dapat menegaskan supremasi diet raw foods.

Diet raw foods juga umumnya menghilangkan konsumsi susu, ikan. daging, dan telur dalam menu vehari hari. Padahal menurut Departemen Pertanian AS. kelompok makanan itu merupakan bagian signifikan dari pola makan sehat. Menggantikan nutrisi dalam kelompok makanan itu adalah suatu tantangan yang besar, dan apabila tidak tercapai dapat menyebabkan masalah kekurangan gizi.

 

 

Hal Penting untuk Diingat

Berhati-hatilah saat menerapkan diet raw foods, sebab bisa berpotensi menyebabkan keracunan makanan dari bakteri, parasit, dan cendawan. Itu dapat timbul dari konsumsi ikan dan daging mentah, serta susu sapi yang tidak dipasteurisasi. Pada 2009 Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (I DA) mengeluarkan pernyataan untuk berhati-hati mengonsumsi kecambah alfalfa mentah karena berpotensi mengandung bakteri Salmonella sp.***

 

 

KESIMPULAN
Raw Foods Vs Cooked Foods Berhati-hatilah saat menerapkan diet raw foods, sebab bisa berpotensi menyebabkan keracunan makanan dari bakteri, parasit, dan cendawan. Itu dapat timbul dari konsumsi ikan dan daging mentah, serta susu sapi yang tidak dipasteurisasi.

SUMBER                                           : THE DETOX LIFESTYLE  “Natural Ways To Be Healthy”

LIHAT ARTIKEL LAINNYA          : Prinsip Suplemen

banner smartdetox bawah baru

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *