Ruam Popok (Lansia Juga Bisa Terkena!)

 

Setiap orangtua yang memiliki buah hati berusia batita (bawah tiga tahun) pasti tak asing dengan istilah ruam popok. Ruam popok merupakan salah satu kelainan kulit yang sering dijumpai pada masa bayi Namun, kelainan ini. terutama derajat ringan, jarang dikeluhkan oleh para orangtua. Sebagian besar menganggap hal ini sebagai keadaan normal.

Berrbagai istilah digunakan untuk ruam popok, antara lain diaper rash, napkin rash, diaper dermatitis, nappy rash dan eksim popok. Ruam popok merupakan terminologi umum yang mengacu pada peristiwa peradangan kulit yang muncul di area popok, yang disebabkan secara langsung ataupun tidak langsung oleh penggunaan popok, baik popok kam maupun popok sekali pakai (disposable).

Berdasarkan data survei di Amerika Serikat, ruam popok bahkan dapat dijumpai pada bayi berusia sangat muda. sekitar usia 1 mmggu. Insiden tertinggi umumnya terjadi pada usia 9-12 bulan. Tidak hanya usia muda. lansia yang menggunakan popok terkait masalah medis yang diderita juga tak terlepas dari masalah tersebut. Setiap individu yang menggunakan popok berisiko mengalami ruam popok ini.

MENGAPA MUNCUL RUAM POPOK ?

Ruam popok muncul akibat beberapa faktor yaitu bahan iritan, kelembaban, gesekan dan mikroorganisme Kulit sehat memiliki pH asam. yang merupakan lingkungan optimal bagi pertahanan kulit untuk melawan bakteri dan Jamur yang bersifat merugikan. Bahan Iritan (bahan yang bersifat mengiritasi) utama, urm dan taeces. mengandung enzim yang dapat meningkatkan pH kulit, sehingga kontak dengan kedua bahan ini dapat meningkatkan kerentanan kulit terhadap iritasi dan invasi mikroorganisme berbahaya Tidak heran, insiden ruam popok meningkat pada bayi/anak yang sedang menderita diare dalam periode 48 jam terakhir

Penggunaan popok untuk menampung urm/faeces, akan meningkatkan kelembaban kulit, terutama bila terlambat diganti. Peningkatan kelembaban yang berlangsung terus menerus, dapat mengakibatkan maserasi/ perlunakan kulit ari. yang berfungsi sebagai lapisan pelindung terluar kulit kita. Maserasi kulit meningkatkan risiko kerusakan kulit secara keseluruhan akibat gesekan dari permukaan diaper. diperberat kehadiran bahan intan, serta memudahkan infeksi bakteri dan jamur pada akhirnya

Sebenarnya kulit bayi memiliki perlindungan alami yang memadai, hampir setara dengan kulit dewasa Namun, kehadiran berbagai faktor di atas dapat merusak perlindungan alami tersebut. Tak heran, insiden ruam popok menurun seiring dengan keberhasilan toilet training.

Keempat faktor di atas juga menjadi penyebab munculnya ruam popok pada lanva pengguna popok. Faktor-faktor tersebut juga terjadi pada berbagai jenis popok, baik popok kam maupun popok disposable, dongan berbagai kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Jadi ruam popok tetap dapat teriadi. tak bergantung pada ienis popok yang digunakan

APA YANG HARUS DILAKUKAN BILA MUNCUL RUAM POPOK ?

Langkah pertama yang dilakukan cobalah mengganti popok disposable lebih sering Pada pengguna popok kain. jangan menunda pelepasan popok yang basah Gunakan air bersih untuk membersihkan area popok, tidak hanya pada saat buang air besar saja. tetapi |uga setelah buang air kecil. Tunggulah boberapa saat sampai kulit benar-benar kering sebelum menggunakan popok yang baru Gunakan krim untuk mengatasi ruam popok yang di|ual secara bebas Cari faktor lain yang mungkin berperan, misalnya diare, penggantian merek diaper, penggantian susu formula, dsb

Jangan lupa segera berobat ke dokter bila koadaan tak kunjung membaik dengan perawatan diatas. atau terjadi perburukan ruam popok.

KESIMPULAN
Ruam Popok
muncul akibat beberapa faktor yaitu bahan iritan, kelembaban, gesekan dan mikroorganisme.

SUMBER                                   : HEALTH FIRST Magazine
LIHAT ARTIKEL LAINNYA        :  Fokus kepada Lemak

 

banner smartdetox bawah baru

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *