Sakit kepala terus menerus

SAKIT KEPALA

Sakit kepala merupakan salah satu gangguan kesehatan yang sering dijumpai. Walaupun kebanyakan sakit kepala tidak selalu menandakan adanya penyakit atau gangguan kesehatan serius, tetapi pada beberapa kasus tertentu, sakit kepala perlu dipantau dan ditangani lebih lanjut. Hampir 90% sakit kepala dapat diklasifikasikan menjadi 3 jenis, yaitu sakit kepala menekan (tension headache), sakit kepala jenis cluster (cluster headache) dan sakit kepala sebelah (migren).

Sakit Kepala Menekan

Seringkali ditandai dengan rasa tegang pada punggung dan bahu, kemungkinan penyebab sakit kepala ini adalah emosional dan stres fisik, ansietas (kecemasan) dan depresi. Jenis sakit kepala ini seringkali menjadi penyebab rasa nyeri pada kepala.

Sakit Kepala jenis Cluster

Sakit kepala jenis ini timbul secara mendadak tanpa diawali tanda-tanda peringatan sebelumnya. Rasa sakit dapat bertambah hebat dengan cepat dan berlangsung dari 30 menit hingga 2 jam, kemudian timbul lagi dalam waktu beberapa jam. Sakit kepala cluster kebanyakan dialami oleh pria usia paruh baya (sekitar 50-an tahun).

Sakit Kepala Sebelah (Migren)

Sakit kepala ini terjadi akibat perubahan zat kimiawi pada sistem saraf di otak, dan pelebaran pembuluh-pembuluh darah di kepala. Kemungkinan faktor pemicunya adalah rasa lapar, lelah, cahaya yang terang, minuman beralkohol atau kopi, kesenangan atau stres, obat-obatan dan makanan tertentu, serta faktor lingkungan.

Gejala

Sakit Kepala Menekan

> Sakit kepala tidak berdenyut-denyut

> Sakit kepala bersifat stabil (tidak bertambah hebat)

atau hanya ringan

> Rasa tegang, penuh, atau tertekan pada bagian atas kepala, kedua sisi kepala atau tengkuk

Sakit Kepala jenis Cluster

>- Sakit kepala bersifat stabil, tajam, dirasakan di dalam atau sekitar mata, seringkali timbul pada waktu yang sama

> Disertai mata berair dan kemerahan, dengan gejala hidung tersumbat pada sisi wajah yang mengalami sakit kepala

> Disertai pembengkakan kelopak mata

Sakit Kepala Sebelah (Migren)

> Sakit kepala bersifat tajam, berdenyut atau seperti dipukul-pukul

> Hanya dirasakan pada salah satu sisi kepala

> Sakit kepala bertambah hebat jika individu melakukan aktivitas sehari-hari atau berjalan kaki

> Disertai gejala peka(tidak tahan) terhadap cahaya

> Mual

> Sekitar 20% penderita merasakan aura, berupa titik terang, kilatan cahaya, atau tidak dapat melihat pada sisi tertentu sebelum serangan migren datang. Beberapa penderita bahkan merasa lebih bertenaga dan aktif beberapa saat sebelum mengalami serangan migren.

Apa yang dapat Anda lakukan

> Mandi dengan air hangat/dingin

> Lakukan pemijatan (massage) otot-otot leher

> Berikankompres dingin atau hangat pada kepala untuk meredakan rasa nyeri

> Minum obat pereda rasa sakit yang dijual bebas di pasaran. Namun harus berhati-hati agar tidak berlebihan. Minum obat pereda rasa sakit terlalu banyak dalam jangka lama dapat menimbulkan efek rebound, yang bisa menimbulkan sakit kepala. Obat-obatan yang dijual bebas tidak bisa untuk jenis cluster karena obat akan beraksi lambat. Pada anak sebaiknya tidak diberikan aspjfin karena berisiko terkena sindrom Reye.

> Cobalah rileks atau tidur dalam ruangan gelap daft tenang dengan posisi kepala agak lebih tinggi

> Jika Anda mengalami sakit kepala jenis cluster, jangan berbaring, karena tindakan ini akan memperparah rasa nyeri. Jika ingin menggunakan oksigen, konsultasikan kepada dokter.

>  Jika mengalami migren, konsultasikan kepada dokter untuk pengobatannya, termasuk peresepan obat untuk meredakan rasa nyeri

> Jika sakit kepala Anda rasakan semkain buruk, dan Anda sedang hamil atau menderita sakit kepala rutin, atau mengalami sakit kepala tension kronik yang terjadi 3 kali atau lebih per minggu selama 6 bulan atau lebih, konsultasikan dengan dokter

Tips pencegahan

> Atur posisi tubuh sedemikian rupa sehingga tidak memicu timbulnya sakit kepala. Hindari posisi mengulurkan leher.

> Berhenti merokok karena merokok dapat memicu timbulnya sakit kepala atau meningkatkan intensitasnya.

> Makan yang teratur atau jangan mengurangi jadwal makan. Makan 3-6 porsi kecil per harinya

> Biasakan tidur secara teratur dan melakukan olahraga aerobik

> Lakukan olahraga atau aktivitas yang membuat Anda rileks, misalnya meditasi, dengarkan musik, visulisasi, hipnotis atau mengikuti kelas manajemen stres. Tanyakan dokter Anda mengenai latihan-latihan tersebut atau hubungi rumah sakit terdekat untuk mengetahui ada tidaknya kelas-kelas relaksasi.

> Catat di buku mengenai jenis makanan apa saja yang Anda makan, pola tidur, pola olahraga, atau aktivitas apa yang dapat memicu timbulnya sakit kepala. Untuk wanita, juga dianjurkan untuk mencatat siklus menstruasi karena perubahan hormonal dapat memicu timbulnya sakit kepala. Untuk mengetahui pemicu timbulnya berbagai jenis sakit kepala yang anda alami, sebaiknya Anda memiliki buku catatan. Hindari pemicu-pemicu tersebut agar Anda terhindar dari sakit kepala.

 

KESIMPULAN
Sakit kepala terus menerus merupakan salah satu gangguan kesehatan yang sering dijumpai. Walaupun kebanyakan sakit kepala tidak selalu menandakan adanya penyakit atau gangguan kesehatan serius, tetapi pada beberapa kasus tertentu. Kenalilah jenis pusing dari gejala.

Sakit kepala terus menerus

Sumber : HEALTH GUIDE MAGAZINE
Artikel Lainnya : Pintar Dalam Olahraga

banner smartdetox bawah baru

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *