Sifat Protein

Tidak Semua Protein Serupa

Jika mengikuti kisah saya selama ini, Anda pasti mengerti seberapa provokatifnya penemuan-penemuan tersebut. Mengontrol kanker dengan nutrisi adalah sebuah ide yang radikal, bahkan hingga sekarang. Namun, masih ada satu isu yang akan menjadi dinamitnya informasi. Adakah perbedaan jenis protein yang digunakan dalam eksperimen? Untuk semua eksperimen, kami menggunakan kasein, yang membentuk 87% protein dalam susu sapi. Jadi, pertanyaan logis berikutnya adalah apakah protein nabati, diuji dengan cara yang sama, memiliki efek yang sama terhadap promosi kanker seperti halnya kasein? Jawabannya sungguh menakjubkan, ” TIDAK” Dalam eksperimen-eksperimen tersebut, protein nabati tidak mempromosikan pertumbuhan kanker, bahkan pada tingkat asupan yang tinggi. Seorang mahasiswa kedokteran, David Schulsinger, melakukan pengujian tersebut (Grafik 3.812). Gluten, protein dalam gandum, tidak memproduksi hasil yang sama dengan kasein, bahkan jika dikonsumsi di tingkat 20%.

 

Tidak Semua Protein Serupa

Tidak Semua Protein Serupa

 

 

Kami juga menguji apakah protein kedelai memiliki efek serupa seperti kasein terhadap perkembangan foci. Tikus yang diberi menu 20% protein kedelai tidak membentuk foci tahap awal. sama seperti menu 20% protein gandum.

Namun, protein susu untuk kasus ini tidak terlihat begitu bagus. Kami telah menemukan bahwa asupan rendah-protein menurunkan inisiasi kanker dan juga bekerja di tahap-tahap selanjutnya. Kami juga menemukan bahwa asupan tinggi-protein. melebihi dari jumlah yang dibutuhkan untuk pertumbuhan, bertindak sebagai promotor kanker setelah tahap inisiasi. Seperti menyalakan dan memadamkan lampu, kami dapat mengontrol promosi kanker hanya dengan mengubah tingkat protein, tanpa pengaruh dari paparan awal karsinogen. Namun, faktor promotor kanker dalam kasus ini adalah protein susu sapi. Sudah sulit bagi rekan-rekan saya untuk menerima pemikiran bahwa protein dapat membantu pertumbuhan kanker, tetapi protein susu sapi? Apakah saya sudah gila?

Pertanyaan Tambahan

Bagi para pembaca yang ingin mengetahui lebih, saya telah menyertakan beberapa pertanyaan dalam Apendiks A.

Babak Final

Sejauh ini kami lelah bersandar kepada percobaan yang hanya mengukur indikator awal dari perkembangan tumor, foci yang serupa kanker pada tahap awal. Sudah waktunya melakukan penelitian besar, penelitian yang akan mengukur formasi tumor yang lengkap. Kami mengorganisasi sebuah penelitian yang sangat besar, terdiri atas beberapa ratus tikus dan menguji formasi tumor selama hidup tikus-tikus tersebut dengan berbagai pendekatan.36-‘”

Efek dari konsumsi protein pada perkembangan tumor sangat spektakuler. Umumnya, tikus hidup selama 2 tahun, tetapi penelitian ini hanya berlangsung selama 100 minggu. Semua hewan yang diberi aflatoxin dan makan teratur dengan menu 20% kasein mati atau sekarat karena kanker hati pada usia 100 minggu.”‘ ” Semua hewan yang diberi jumlah atlatoxin yang sama, tetapi diberi makan menu rendah-protein (5%) masih hidup, aktif, dan bugar, dengan rambut yang mengilap pada usia 100 minggu. Ini jelas memiliki angka 100 berbanding 0, sesuatu yang tidak pernah ditemukan dalam penelitian dan hampir identik dengan penelitian awal di India.”

Untuk eksperimen yang sama ini,”‘ kami mengganti pola makan beberapa tikus pada minggu ke-40 atau ke-60, untuk sekali lagi menyelidiki kemampuan dapat-baliknya promosi kanker. Hewan yang mengalami perubahan dari pola makan tinggi-protein ke rendah- protein mengalami penurunan pertumbuhan tumor yang signifikan (35-40% lebih sedikit!) daripada hewan yang diberi menu tinggi-protein. I lewan yang mengalami perubahan dari rendah-protein meniadi tinggi-protein di pertengahan usia mereka mulai menunjukkan adanya pertumbuhan kanker. Penemuan tumor ini mengonfirmasi hasil temuan kami sebelumnya dengan menggunakan foci. Manipulasi nutrisi dapat “menyalakan” dan “mematikan” kanker.

Tidak Semua Protein Serupa

Tidak Semua Protein Serupa

 

Tidak Semua Protein Serupa

Tidak Semua Protein Serupa

 

 

 

 

 

Kami juga mengukur foci awal dalam penelitian “seumur hidup” untuk melihat apakah respons foci terhadap protein dalam makanan serupa dongan respons tumor. Korespondensi antara pertumbuhan foci dan tumor tidak mungkin bisa lebih kuat lagi (Grafik 3.9a)

Seberapa iauh lagi kita harus mencari? Saya tidak pernah membayangkan bahwa hasil temuan kami hingga titik ini dapat begitu konsisten, secara biologis masuk akal. dan memiliki signifikansi statistik. Kami telah mengonfirmasi penelitian asli di India dan melakukannya lebih dalam.

Agar tidak ada keraguan: protein susu sapi adalah sebuah unsur promotor kanker yang sangat kuat bagi tikus yang diberi dosis allatoxin. Kenyataan bahwa efek promosi ini terjadi pada tingkat protein dalam makanan (10 20%) yang biasa diberikan kepada hewan pengerat dan manusia membuat hasil temuan ini sangat luar biasa dan provokatif.

 

 

KESIMPULAN

Sifat Protein bermacam-macam untuk kebutuhan & kepentingan tubuh manusia. Tapi Protein bersifat penting bagi tubuh Manusia.

 

SUMBER                                  : RAHASIA ORANG CHINA
LIHAT ARTIKEL LAINNYA        : PERUT MELILIT

banner smartdetox bawah baru

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *