Sikat gigi kurang dari 2 kali beresiko serangan jantung

Sikat gigi kurang dari 2 kali beresiko serangan jantung, Anak indonesia lebih separuh menderita gigi bolong. Sudah bisa dimaklumi lantaran kesehatan gigi anak sekolah kita terus terang luar biasa buruk. Pemeliharaan gigi geligi tak cukup dengan menggosok gigi belaka. Terlebih memerlukan pemeriksaan gigi berkala. Sekadar tidak benar cara menggosok gigi saja pun, besar pengaruhnya terhadap kesehatan gigi.

Gigi menjadi tidak utuh lagi jika terjadi kerusakan pada permukaan gigi. Lapisan email gigi sesungguhnya keras bukan kepalang. Ia memang dipersiapkan untuk menahan tekanan dan goresan, termasuk saat menggigit pasir dalam makanan. Bila dipelihara secara benar, lapisan keras ini akan bertahan sampai ujung hayat.

Sikat gigi kurang dari 2 kali beresiko serangan jantung

Sikat gigi kurang dari 2 kali beresiko serangan jantung

Sayang, perawatan dan pemeliharaan gigi sering diabaikan, seolah bukan bagian yang diperlukan agar badan sekujurnya juga sehat. Kesehatan gigi ternyata berpengaruh buruk terhadap kesehatan tubuh secara keseluruhan. Infeksi dari gigi menyebar ke seluruh tubuh juga.

Hanya apabila gigi sudah bolong, dan pembuluh darah di akar gigi berhubungan langsung dengan dunia luar, maka kuman berpeluang untuk masuk. Kita tahu, di dalam rongga mulut hadir aneka jenis kuman. Terbukanya “pintu masuk” kuman akibat gigi bolong, merupakan awal tersebarnya infeksi ke seluruh tubuh.

Gigi menjadi tidak utuh sering bukan karena trauma mekanik oleh benda keras, atau keliru menggigit, melainkan oleh proses kimiawi. Gabungan antara proses kimiawi yang bersekutu dengan kuman di rongga mulut yang menjadikan lapisan email gigi mengalami kerusakan. Gigi mengeropos.

Apabila keropos gigi yang awalnya seujung jarum dibiarkan, lama kelamaan akan menjadi lubang yang kian merongga. Lubang gigi terus bertambah dalam hingga akhirnya mencapai bagian akar (pulpa). Pada saat keropos gigi sudah menembus bagian ini sehingga pembuluh darah gigi, dan juga saraf terbuka dengan dunia luar, yakni rongga gigi. Itu maka pemeriksaan gigi berkala menemukan kerusakan gigi selagi masih awal.

Baca Juga Yang satu ini ...
Bahaya Kental Darah

Kondisi terbukanya pembuluh darah gigi dengan dunia luar yang mengawali teijadinya infeksi akar gigi. Salah satunya periodontitis. Gigi tercemar oleh kuman, dan menjadi tidak sehat. Mungkin terbentuk pernanahan atau abses pada gusi.

Prof. Richard Watt dari Universitas College London, Inggris, menyiarkan temuan baru. Bahwa mereka yang menggosok gigi kurang dari dua kali sehari berisiko terserang penyakit jantung. Begitu pula yang jarang pergi ke dokter gigi sekurang-kurangnya 6 bulan sekali, memikul risiko yang sama.

Yang tejadi apabila gigi tidak dirawat, kerusakan gigi mudah terbentuk. Kerusakan gigi sudah disebut awal memberi kesempatan terbukanya peluang gigi terinfeksi. Infeksi periodontitis mengganggu bukan saja mekanisme penyeimbangan tubuh atau homeostasis, melainkan juga metabolisme lemak tubuh (lipid) tidak berlangsung mulus. Dua kondisi tersebut yang menjadikan orang dengan kesehatan gigi yang buruk, tergolong berisiko tinggi terserang jantung juga.

Apabila gigi mengalami infeksi, pembuluh darah tubuh mengalami peradangan. Pembuluh darah tubuh, termasuk pembuluh darah jantung koroner juga ikut mengalami peradangan. Dengan cara begitu, sudah lama diketahui, proses peradangan ikut mendukung terbentuknya karat lemak dinding pembuluh darah. Termasuk kehadiran kuman di dalam aliran darah.

Bahwa pembentukan plaque atau tumpukan “karat lemak” pada dinding pembuluh darah, termasuk di koroner jantung, didukung oleh beberapa faktor. Faktor-faktor keroyokan selain oleh tingginya lemak dalam darah (kolesterol dan trigliserida), juga hadirnya kuman, peradangan pembuluh darah sendiri, kekurangan elemen mineral, serta adanya faktor radikal bebas juga.

Itu maka, karena faktor pembentuknya bersifat keroyokan, semua faktor pengeroyok itu mesti dihapuskan bila ingin pembuluh darah koroner terbebas dari ancaman penyumbatan. Salah satunya cegah agar infeksi gigi tidak terjadi.

Meradangnya pembuluh darah, ditambah dengan terganggunya mekanisme penyeimbangan tubuh, dan meta-bolisme lemak yang ikut terganggu akibat gigi terinfeksi, itu yang memperberat beban koroner jantung menjadi tersumbat.

Baca Juga Yang satu ini ...
solusi mengatasi diabet yang sulit sembuh

Sumber : Cara sehat

Oleh : Dr. Handrawan Nadesul

Baca artikel menaril lainnya : Apakah Berhenti latihan Fitnes, Tubuh Kembali Gendut

banner smartdetox bawah baru

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *