Sindroma Ovarium Polikistik (SOPK)

 

Banyak perempuan yang tidak menyadari dirinya menderita Sindroma Ovarium Polikistik (SOPK). Ini karena gejalanya terkadang tersembunyi, sehingga sering diabaikan. Padahal. SOPK merupakan penyebab nomor satu infertilitas (kemandulan), kista indung telur yang berulang, penyakit diabetes melitus atau penyakit jantung kronik.

Siklus haid yang normal pada wanita usia reproduksi adalah antara 21 hari-35 hari sekali, dengan lamanya perdarahan sekitar 3 hari-7 hari. Adanya gangguan siklus haid yang sangat pendek atau sangat paniang akan berpengaruh pada tingkat kesuburan yang berakibat sulit hamil. Banyak gangguan siklus haid pada wanita salah satunya adalah siklus haid yang sangat paniang dan tak beraturan (Ohgomenorhe). Gangguan siklus haid yang disertai dengan kenaikan berat badan, timbulnya lerawat. Rambut mudah rontok, adanya pertumbuhan rambut yang halus di muka, biasanya disebut Sindroma Ovarium Polikistik

Wanita dengan geiala klinik seperti ini pada pemeriksaan laboratorium akan ditemukan adanya kenaikan hormon Androgen (testosterone), hormon Gonadotropin (Luteinismg Hormon) dan adanya gangguan resistensi hormon Insulin (ker)a insulin mengatur asupan gula darah ke jaringan terganggu) yang akan meningkatkan risiko terjadinya Diabetes Melitus (tipe 2). dan penyakit jantung koroner. Hormon-hormon ini tidak bekerja sendin. melainkan saling mempengaruhi kerjanya

Pada pemeriksaan USG (transvaginal) indung telur (ovarium) akan nampak kantong sel telur {folikel) yang berbentuk bulat-bulat kecil berdiameter kurang dan 1 cm yang terlihat mengelilingi permukaan indung telur.

Angka kejadian SOPK ditemukan pada kira-kira 5%-10% wanita usia reproduksi atau lebih kurang 20% total populasi wanita. Sejauh ini penyebab utama SOPK sampai sekarang belum jelas, tetapi faktor genetik atau keturunan kemungkinan dapat menerangkan kejadiannya.

Jika mulai mendapati geiala yang disebutkan diatas. kapankah waktunya konsultasi dengan dokter? Tidak ada batasan waktu karena konsultasi bisa dilakukan kapan pun. Tetapi ada baiknya pada hari ke 2-5 siklus haid.

APA SAJA YANG AKAN DIPERIKSA

Selain USG (TV) untuk melihat gambaran multipet folikel juga akan dilakukan pengambilan sampel darah untuk evaluasi kondisi hormon-hormon FSH (folikel stimulating hormone). LH (lutalnising hormone). Estradiol (E2), Prolactin. Insulin dan Testosteron Dengan melihat geiala klinik dan hasil hormonnya, dokter akan memberikan terapi yang tepat Terapi yang dibonkan adalah mengatur pola makan (diet berimbang), olah raga teratur, mengatur siklus haid, memperbaiki kerja insulin (mengatur kadar gula darah), dan menaikkan tingkat kesuburannya (terapi hormon)

KOMPLIKASI DALAM KEHAMILAN

Pada umumnya wanita dengan SOPK akan mengalami kesulitan untuk mendapatkan kehamilan dan apabila sudah berhasil hamil maka tingkat keguguran Cabortus) lebih tinggi Keadaan ini disebabkan kualitas oosit nya (sel telur) tidak bagus Oleh karena itu penderita SOPK yang sedang hamil terutama trimester pertama, perlu kontrol yang teratur untuk mengevaluasi pertumbuhan janinnya.

KESIMPULAN
Sindroma Ovarium Polikistik (SOPK),
Sejauh ini penyebab utama SOPK belum jelas, tetapi faktor genetik lemungkinan dapat menerangkan kejadiannya.

 

SUMBER                                   : HEALTH FIRST Magazine
LIHAT ARTIKEL LAINNYA        : Kesimpulan “Nurses Health Study” Bernilai US$100 Juta (Lebih)

 

 

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *