Stroke secepat mungkin harus ditangani

 

Semua kasus stroke secepat mungkin harus ditangani dalam 3 jam sejak serangan muncul. Tujuannya agar kerusakan sel otak tidak telanjur memburuk dan masih bisa diselamatkan. Semakin dini ditangani, semakin bagus prognosisnya sehingga semakin kecil kecacatan yang disisakan. Tak jarang bisa pulih nyaris tanpa kecacatan yang berarti.

Stroke bisa terjadi juga akibat menguncupnya pembuluh darah otak secara dadakan. Biasanya jika kelenturan dan daya menguncup-mengembangnya pembuluh sudah menurun dengan semakin bertambahnya usia. Jenis stroke demikian sering menimpa kelompok usia lanjut, yang umumnya lebih mudah pulih dibanding stroke sumbatan total, atau stroke perdarahan.

Stroke secepat mungkin harus ditangani

Stroke secepat mungkin harus ditangani

Selain harus cepat ditangani, kualitas penanganan stroke ikut menentukan baik tidaknya prognosis suatu stroke. Kekeliruan memilih jenis cairan infus, atau obat, dan terlambatnya tindakan bedah pada kasus stroke perdarahan (untuk mengangkat bekuan darah di otak), ikut menentukan hasil akhir penatalaksanaan stroke.

Upaya menghentikan akibat sumbatan pembuluh darah otak tidak boleh berlarut-larut. Semakin lama membiarkan sel-sel otak yang areanya tersumbat sehingga kekurangan oksigen, semakin buruk nasib jaringan otak yang terkena.

Sel-sel otak yang sekarat harus lekas diselamatkan. Saat sekarat sel otak akan membengkak. Sel-sel otak yang membengkak perlu segera dipulihkan agar kempis kembali. Selain itu aliran darah ke area otak yang tersumbat diupayakan bisa normal kembali. Untuk itu, rumah sakit, bukan puskesmas atau praktik dokter, merupakan alamat yang tepat agar segera bisa mendapatkan infus obat dan obat-obatan yang diperlukan. Jangan sampai terlambat stroke secepat mungkin harus ditangani jangan sampai kerusakan sel otak memburuk.

Sumber : Cara sehat

Oleh : Dr. Handrawan Nadesul

Baca artikel menaril lainnya : Olahraga sebagai gaya hidup

Baca Juga Yang satu ini ...
Fakta-fakta tentang Ibu hamil

 

banner smartdetox bawah baru

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *