Vitamin A, tak hanya untuk mata

Kunci untuk penglihatan yang baik adalah konsumsi vitamin A yang memadai. Vitamin A juga menunjang sistem imun dan menjaga kesehatan tulang, otot, jaringan lunak, membran mulkosa, serta kulit. Vitamin A juga diketahui berperan penting dalam proses reproduktif pria dan wanita. Selain itu, vitamin A dapat berperan dalam pencehagan atau terapi beberapa penyakit berikut ini.

* Jerawat
* AIDS
* Dermatitis atopik
* Katarak
* Diabetes
* Mata kering
* Hiperkeratosis (kulit kering)
* Peradangan usus
* Osteoarthritis
* Otitis media (infeksi telinga)
* Penglihatan yang berkurang
* Psoriasis
* Infeksi Virus

Vitamin A, tak hanya untuk mata

Vitamin A, tak hanya untuk mata

Tubuh kita tidak bisa memproduksi vitamin A. Untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan vitamin A, satu-satunya cara adalah mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin A. ada dua bentuk vitamin A, yaitu retinoid dan betakaroten. Retinoid merupakan bentuk aktif vitamin A yang berasal dari produk hewani. Adapun betakaroten berasal dari tumbuh-tumbuhan. Betakaroten oleh tubuh akan diubah menjadi vitamin A. Betakaroten adalah antioksidan yang melindungi sal dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas. Radikal bebas dipercaya berhubungan dengan penyakit kronis tertentu dan berperan dalam proses penuaan.

Sumber makanan yang mengandung vitamin A (retinoid) antara lain telur, susu, hati, keju, daging, dan sereal. Sumber makanan yang mengandung betakaroten adalah wortel, bayam, aprikot, brokoli, pepaya, mangga, dan paprika merah. Semakin tua warna sayuran atau buah-buahan tersebut, semakin banyak kandungan betakarotennya.

Vitamin A adalah salah satu vitamin yang larut dalam lemak. Molekul lemak pulalah yang mengantarkan vitamin ini keseluruh bagian tubuh. Artinya, kita juga perlu mengkonsumsi lemak agar bisa mendapatkan vitamin A.

Kadar vitamin A dapat berkurang dari makanan selama proses persiapan, mamasak, atau saat penyimpanan. Untuk menjaga kadar vitamin A, sebaiknya konsumsi buah dan sayuran segar tanpa dimasak jika memungkinkan, simpan sayuran (kecuali kentang) dan buah dalam kulkas, dan olahlah daging dengan merebus ketimbang menggorengnya. Vitamin A dapat berkurang karena larut dalam lemak selama proses menggoreng.

kekurangan vitamin A terutama mempengaruhi kesehatan kulit, rambut, mata, dan sistem imun. Anda akan lebih rentan terhadap penyakit infeksi dan gangguan penglihatan. Penyakit infeksi yang paling sering adalah campak, cacar air, dan infeksi saluran pernafasan. Defisiensi vitamin A dalam jangka panjang dapat memicu kebutaan karena berkurangnya produksi rhodopsin yang merupakan komponen pada retina yang berguna untuk mendeteksi cahaya.

Vitamin A dapat menyebabkan efek ssamping jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan. Penyebab tersering keracunan vitamin A adalah jika secara tidak sengaja mengkonsumsi vitamin A dengan dosis melebihi 660,000IU (200mg) bagi orang dewasa dan melebihi 330,000(100mg) bagi anak anak. Namun, efek samping ini hanya sementara.

Gejala keracunan atau efek samping vitamin A adalah berkurangnya nafsu makan, mood menjadi tidak stabil, muntah, dan mudah lelah. Kelebihan batakaroten akan membuat kulit kering, bersisik, dan berubah warna kekuning-kuningan. Namun, kita tidak perlu khawatir karena warna kulit akan kembaki seperti semula bila konsumsi batakaroten dikurangi.

Sumber 58 QA seputar diet, makanan, dan suplemen oleh tim dokter anda

Visit : Cara melangsingkan badan dengan Smart Detox

Baca artikel menarik lainnya : Apa itu Prebiotik dan Probiotik