Tahap-tahap Kanker

Tiga Tahap Kanker

Kanker berkembang dalam tiga lahap: inisiasi, promosi, dan progres i. Sebagai analogi kasar, proses kanker sangat mirip dengan menanam rumput. Inisiasi adalah saat Anda menanam benih di dalam tanah, promosi adalah saat rumput mulai tumbuh, dan progresi adalah saat rumput mulai tumbuh tidak terkendali, menyebar hingga ke pematang, semak-semak, dan bahu ialan.

ladi, proses apakah yang berhasil “menanam” benih rumput di dalam tanah, dengan kata lain. memicu sel yang rawan kanker? Unsur kimia yang melakukan hal itu disebut karsinogen. Bahan kimia tersebut sering hi-rupa produk sampingan dari proses industri, walaupun dalam jumlah kecil dapat terbentuk secara alami di alam, seperti halnya dalam kasus aflatoxin. Zat karsinogen tersebut secara genetis mentransformasi, atau memutasi sel normal menjadi sel rawan-kanker dengan merusak DNA-nya.

HAK HAK HEWAN

Isi dari bab ini berkisar penelitian eksperimental dengan subjek hewan, semua jenis termasuk tikus putih dan tikus sawah. Saya tahu banyak pihak menentang penggunaan hewan percobaan dalam eksperimen. Saya menghormati pendapat mereka. Namun, dengan penuh hormat, saya meminta Anda mempertimbangkan hal berikut ini. Hampir pasti, saya tidak akan menyarankan pola makan berbasis nabati, seperti yang saya lakukan sekarang, jika bukan karena hasil dari penelitian eksperimental dengan subjek hewan. I lasildan prinsip yang berhasil saya dapatkan dari penelitian tersebut sangat berkontribusi dalam menginterpretasikan penelitian selanjutnya, termasuk penelitian ini.

Satu pertanyaan yang jelas, yang berkaitan dengan isu ini adalah apakah ada cara alternatif untuk mendapatkan informasi yang sama tanpa menggunakan hewan percobaan. Hingga saat ini, saya belum menemukan satu pun, bahkan setelah meminta nasihat dari para rekan-rekan saya “pembela hak-hak hewan” Penelitian-penelitian eksperimental dengan subjek hewan menghasilkan beberapa prinsip yang sangat penting mengenai penyebab kanker yang tidak dapat diperoleh dalam penelitian dengan subjek manusia. Prinsip-prinsip tersebut sekarang memiliki potensi manfaat yang luar biasa demi kebaikan sesama, lingkungan, dan diri kita sendiri.

Tahap Kanker

Tahap Kanker

Inisiasi Kanker

Setelah memasuki sel tubuh  (Langkah 1). kebanyakan karsinogen tidak dengan sendirinya melalui proses kanker Karsrogen harus dikonversi menjadi produk-produk yang lebih reaktif (langkah 2 dan 3) dengan bantuan enzim enzim yang sangat pentmg. Produk-produk karsrogen tersebut kemudian mengaitkan diri dengan kuat ke DNA sel untuk membontuk DNA-karsinogen kompleks, atau adduct (langkah4).

Kecuali kita dapat memperbaiki atau melenyapkannya, DNA-karsmogen adduct memilikj jjotensi menbplakan kekacauan dalam kinerja genetis sel. Namu dengan begitu cerdas. Adduct-adduct tersebut dapat diperbaiki dalam waktu relatif cepat (Langkah 5). Namun, jika adduct tersebut tetap bertahan diposismya saat sel mulai membelah diri membentuk sel baru, kerusakan genetis terjadi. Kerusakan (atau notasi) genetis ini akan terus terbawa ke seluruh sel yang terbentuk setelahnya (Langkah 6).

Seluruh tahap (Skema 3,1) dapat memakan waktu sangat singkat, bahkan dalam hitungan menit. Itu adalah waktu yang dibutuhkan unsur kimia karsinogen untuk dikonsumsi, diserap darah, ditransportasikan ke dalam sel, berubah menjadi produk yang aktif, mengikat diri ke DNA, dan meneruskan kerusakan DNA kepada sel-sel baru. Saat sel baru terbentuk, proses tersebut selesai sepenuhnya. Sel-sel baru tersebut selamanya akan memiliki kerusakan genetis, menyebabkan meningkatnya potensi kanker. Kecuali untuk beberapa kasus, penyelesaian proses inisiasi dianggap tidak dapat dihentikan.

Di tahap ini dalam analogi rumput, benih rumput telah selesai ditanam dan siap bertunas. Inisiasi sudah selesai. Tahap pertumbuhan kedua disebut promosi. Seperti halnya rumput yang siap bertunas dan berubah menjadi lembaran-lembaran daun hijau di ladang, sel rawan-kanker yang baru siap untuk tumbuh dan berlipat hingga sel-sel tersebut dapat secara jelas terdeteksi sebagai kanker. Tahap ini berlangsung dalam waktu jauh lebih lama daripada inisiasi. Pada manusia sering memakan waktu bertahun-tahun. Saat kelompok sel terinisiasi mulai berlipat dan tumbuh menjadi lebih besar dan lebih besar, secara klinis terbentuklah tumor.

Namun, seperti halnya rumput di ladang, sel kanker terinisiasi tidak akan tumbuh dan berlipat ganda, kecuali tersedia kondisi-kondisi yang mendukung. )ika salah satu faktor tersebut tidak tersedia, benih tidak akan tumbuh, lika salah satu faktor tersebut hilang selelah benih mulai tumbuh, tunas baru akan dormant (tidak aktif/tidur) sambil menunggu tersedianya faktor yang menghilang tersebut. Ini adalah salah satu prinsip dalam tahap promosi. Promosi dapat dihentikan, tergantung dari apakah pertumbuhan kanker di a wal mendapat kondisi yang mendukung untuk dapat tumbuh. Di sinilah faktor-faktor makanan menjadi begitu penting. Faktor-faktor makanan, disebut promotor, memberi makan bagi pertumbuhan kanker. Faktor-faktor makanan lainnya, disebut antipromotor, memperlambat pertumbuhan kanker. Pertumbuhan kanker bersemi jika terdapat lebih banyak promotor daripada antipromotor. lika antipromotor menang jumlah, pertumbuhan kanker akan melambat atau berhenti. Ini adalah sebuah proses tarik-dorong.

Tahap ketiga, progresi, dimulai saat segerombolan sel kanker yang dewasa melanjutkan pertumbuhan hingga mereka berhasil melakukan kerusakan fatal, seperti rumput tinggi yang memenuhi semua lahan di sekitarnya: kebun, pematang, dan bahu jalan. Serupa dengan hal itu, tumor dan kanker yang berkembang dapat menyebar dari tempat awalnya tumbuh di dalam tubuh dan menyerang ke jaringan yang bersebelahan maupun jaringan yang jauh. lika kanker menyerang jaringan yang dekat, kanker itu dianggap ganas, lika kanker lepas dari rumah awalnya dan berpindah, kanker itu dianggap mctastatis,. Akibat dari tahap akhir kanker ini adalah kematia”-Pada awal penelitian kami, tahap-tahap pembentukan kanker hanya diketahui samar-samar. Namun, kami telah mengetahui tahapan kanker ini untuk dapat menyusun penelitian dengan lebih cerdas. Dapatkah kami mengonfirmasi penemuan dan India bahwa pola makan rendah protein dapat menekan pertumbuhan kanker? Yang lebih penting, mengapa protein memengaruhi proses kanker? Seperti apa mekanismenya, yaitu bagaimana protein bekerja? Kami pun melakukan penelitian dengan serius dan mendalam untuk mendapatkan hasil yang dapat mematahkan semua keraguan.

KESIMPULAN
Tahap-tahap Kanker, kenalilah Gejala & Tahap-tahap kanker untuk kepentingan kesehatan Anda.

 

SUMBER                               : RAHASIA ORANG CHINA
LIHAT ARTIKEL LAINNYA  : Rahasia Awet Muda

banner smartdetox bawah baru

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *