ULKUS

ULKUS

(TUKAK SALURAN CERNA)

Ulkus Atau Tukak Saluran Pencernaan

Ulkus peptikum adalah luka yang terjadi pada lambung atau usus dua belas jari. Ulkus biasanya berdiameter sekitar 5 – 25 mm.

Kasus ulkus pada usus dua belas jari 3 kali lipat lebih sering ditemukan dibandingkan dengan ulkus lambung. Ulkus pada usus dua belas jari lebih sering diderita oleh pria dibandingkan wanita. Tidak seperti ulkus pada usus dua belas jari yang biasanya bersifat jinak, ulkus pada lambung dapat bersifat ganas dan mungkin merupakan gejala kanker lambung stadium dini.

Jika tidak diatasi, ulkus dapat mengalami perdarahan atau sumbatan, atau bahkan kebocoran pada lambung yang membahayakan jiwa karena menimbulkan rasa nyeri dan infeksi pada perut.

 

 

Gejala

> Bila ulkus berukuran kecil, tidak ada gejala dan biasanya akan sembuh dengan sendirinya.

> Rasa terbakar dan sakit perut diantara jam makan dan sering pada malam hari saat lambung kosong. Rasa nyeri akibat ulkus pada usus dua betas jari kadang-kadang dapat mereda sesudah makan, tetapi dapat kambuh setelah beberapa jam atau menjadi berat setelah makan ‘besar’.

> Napsu makan dan berat badan menurun, terutama jika makanan menjadi penyebab timbulnya nyeri

> Kembung, bersendawa.

> Mual, muntah.

Penyebab

> Infeksi oleh bakteri Helicobacter pylori (H. pylori)

> Penggunaan aspirin atau obat anti radang lainnya secara rutin/terus menerus.

> Faktor genetik (sebagian orang memiliki ‘faktor bawaan’ yang membuat mereka lebih mudah terserang infeksi H. pylori).

Komplikasi

> Anemia akibat perdarahan dalam jangka lama yang berasal dari ulkus menahun.

> Perdarahan berat (muntah darah, darah keluar dari rektum), jika ulkus mengikis pembuluh darah utama. Satu dari enam pasien mengalami perdarahan tanpa gejala sebelumnya.

> Kebocoran pada dinding lambung dan usus dua belas jari.

> Peritonitis (peradangan dinding perut) akibat kebocoran lambung atau usus dua belas jari.

> Terbentuknya jaringan parut dari ulkus menahun yang menghambat jalannya makanan sehingga mengakibatkan muntah dan penurunan berat badan.

Apa yang dapat Anda lakukan

> Tidak merokok.

> Hindari obat-obatan anti radang atau bersifat asam, seperti aspirin.

> Jika muntah darah, atau feses berwarna hitam atau keluar darah dari rektum, rasa nyeri berat dan berkepanjangan, atau gejala timbul lagi, konsultasikan dengan dokter.

 

Ulkus pada usus dua belas jari lebih sering diderita oleh pria disbanding Wanita.

 

Apa yang da pat Dokter lakukan

> Meresepkan obat antasida (obat maag).

> Mengatasi infeksi H. pylori dengan antibiotik, dan ulkus dengan obat anti ulkus. Pengobatan biasanya diberikan selama 1-2minggu.

> Melakukan pemeriksaan gastroskopi (memasukkan alat periksa khusus ke dalam lambung dan usus dua belas jari untuk mendeteksi kelainan yang ada).

> Melakukan terapi endoskopi pada kasus perdarahan saluran cerna akibat ulkus.

> Melakukan tindakan pembedahan jika komplikasi berlanjut atau ulkus tidak membaik.

Kesimpulan

• Kenali gejala-gejala ulkus. Walaupun pada awalnya ulkus hanya berukuran kecil (pada saat bakteri H. pylori mulai menginfeksi lambung), namun jika dibiarkan tanpa diobati, ulkus akan bertambah besar dan parah serta memmbulkan rasa nyeri dan panas terbakar hingga dapat membuat pendenta terbangun karenanya. Ulkus pada usus dua belas jari dapat menimbulkan rasa nyeri yang mirip dengan ulkus lambung. Nyen ini seringkali dapat sembuh dengan makan, namun biasanya kambuh lagi dalam waktu beberapa jam.

• Jika Anda sering mengalami gejala sakit perut atau nyeri pada ulu hati pada akhir-akhir ini. segera konsultasikan ke dokter. Jika dokter mencurigai kemungkinan adanya ulkus setelah melakukan evaluasi medis lengkap. Anda akan dirujuk ke ahli gastroenterologi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut sekaligus memastikan ada tidaknya infeksi H. pylori. Prosedur endoskopik minor biasanya dilakukan untuk mengambil contoh jaringan. Jika hasilnya adalah positif terinfeksi H. pylori. dokter akan meresepkan obat yang tepat untuk mengatasinya.

• Jangan lupa minum obat. Jika tennfeksi H. pylori, dokter akan membuat rencana pengobatan yang terdiri dari kombinasi 3 atau 4 obat. Umumnya dokter meresepkan obat yang terdiri dari antibiotik. antasida (obat maag) dan komponen bismuth untuk membantu penyembuhan ulkus. Pengobatan tersebut umumnya dianjurkan selama minimal 10 hari dan harus dijalani dengan rutin hingga selesai agar ulkus menjadi sembuh dan tidak mengalami kekambuhan.

• Hati-hati jika Anda mengonsumsi obat dari golongan anti radang non-steroid. Jika memungkinkah, hindari dan can obat pengganti/alternatif, dan konsultasikan dengan dokter. H. pylori bukan satu-satunya penyebab ulkus peptikum. Jika Anda minum obat anti radang non-steroid secara rutin, seperti aspirin atau ibuprofen untuk mengatasi artritis dan nyen otot kronik. maka Anda kemungkinan berisiko mengalami ulkus peptikum. Jadi yang berisiko tinggi menderita ulkus peptikum adalah bila orang-orang yang sedang minum obat anti radang non-steroid, berusia > 60 tahun. memiliki riawayat penyakit ulkus peptikum, merokok, memiliki beberapa gangguan kesehatan dan menggunakan obat steroid, atau mengalami gagal ginjal.

ULKUS

 

Sumber : HEALTH GUIDE
Artikel Lainnya : Sehat Tapi Langsing

 

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *